Archive for the ‘Surat-surat’ Category

Jakarta, 19 Agustus 20101 Kepada Bapak Sahroni, S.Pd. selaku mantan Direktur Pendidikan SMPIT Insan Mulia Jakarta di tempat Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Segala puji bagi Allah SWT Yang Maha Pemberi Rezeki sehingga masih dilimpakanNya rezeki pada kita semua. Shalawat dan salam semoga selalu tersampaikan pada junjungan sepanjang masa Rasulullah SAW. Semoga kita mendapat tempat berbaris bersama [...]

Segala puji bagi Allah SWT yang menganugerahkan kesabaran tak berbatas bagi setiap manusia. Shalawat dan salam semoga selalu tersampaikan pada contoh terbaik sepanjang masa, Rasulullah SAW. Semoga kita akan berbaris dalam barisan umat Rasulullah SAW di masa perhitungan nanti. Amiin.. Hari ini seorang kawan menyebarkan undangan pernikahannya. Bapak sudah dengar? mungkin sudah.. Adakah bapak menanyakan [...]

semoga anda dalam lindungan YANG MAHA ESA.. bapak diberkahi dengan memiliki seorang tangan kanan yang luar biasa. tangan kanan anda itu pintar dan sangat sopan serta sangat pandai menjaga perasaan yang diajak bicara walaupun dia sendiri tidak tahu lawan bicaranya merasa apa. sebetulnya saya menyayangkan tindakan bapak yang meminta ‘pengistirahatan’ saya. kenapa anda jadi pengecut [...]

untuk bapak kepaLa Cabang* II

Posted: April 14, 2009 in Surat-surat
Tags:

kamu dimana… dengan siapa… semalam berbuat apa… kenapa harus lagu itu pak? karena saya…-mungkin juga teman teman saya-…mencari dimana gerangan bapak berada selama ini..

untuk bapak kepaLa Cabang* I

Posted: April 7, 2009 in Surat-surat
Tags:

mengajar di bimbel… pada edisi sebelumnya curhat kerjaan ini saya bilang etika menjadi pegawai itu hak dan kewajiban yang seimbang, dan itu sungguh sebuah keniscayaan nah….edisi itu dibuat untuk menyabarkan diri saya bahwa kalo kewajiban saya tertunaikan maka tak akan ada hak yang terlewatkan..tapi…oh sungguh sayang disayang hak saya masih terlewatkan oleh yang bersangkutan. bapak [...]

carut marut tentangmu

Posted: December 11, 2008 in Catatan Harian, Surat-surat
Tags:

Started on 17.16 Hujan turun deras sekali. Suatu sore yang mengingatkanku padamu. Kamu dan sandal jepit ijomu waktu SMU. Aku tak pernah tahu kenapa hujan selalu mengingatkanku padamu. Air yang mengalir seperti mengalirkan potongan-potongan kenanngan bersamamu. Semua waktu aku dan kamu adalah mimpi. Seperti kabut yang turun dari pundak Gunung Salak sore ini.