Sajak Sepotong Panada*

Posted: August 15, 2011 in poem a.k.a puisi

Menggigit sepotong panada

tadi malam

terlupa setumpuk luka

yang nanahnya hampir kering

Mencari sepotong panada

kemarin sore

berdua

terlupa marah yang menggeliat

yang liatnya kembali cair

ini sajak melankolis

jangan berharap ada bau penguasa di dalamnya

ini cuma roman picisan

tentang saya

cerita saya

tentang panada

ajaib

sepotong panada

mengantar pada tidur lelap tadi malam

tak bermimpi

tak gelisah

lupa gerah

sepotong panada

harga duaribu

dibeli mejelang buka

di jalan yang tak ingin saya lalui

pelipur lara

penghapus luka

sementara

siang itu

luka menganga selebar belanga raksasa

sore itu

airmata mengalir seperti air terjun niagara

sepanjang perjalanan

sepotong panada

dimakan berdua

membebat luka

sementara

tentang mimpi

tentang rumah

tentang keluarga

tentang mama

tentang papa dan mama

tentang hasrat

mungkin besok harus ada

sepotong panada di atas meja

*terilhami oleh judul sajak W.S. Rendra ‘Sajak Sebatang Lisong’

Makara, Tuesday, August 9, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s