Bulan Juli…
Saya yang sekarang tak lagi bisa membaca waktu; saya tak lagi bisa merasakan apakah waktu berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat. Saya seperti terdiam, jadi patung, tak bergerak; entah tak bisa atau tak mau, yang saya tahu saya ganti status.
Saya sudah tak banyak berpikir lagi tentang mimpi-mimpi, atau tentang angin yang mendesau perlahan di ambang jendela. Hanya kadang-kadang selalu ada lagu dan perjalanan yang kembali membuat saya berpikir: Saya ada di mana?
Apa benar hidup seperti ini yang saya inginkan?
Kadang saya berpikir, nikmat hidup adalah pencarian yang menyertainya. Sekarang saya sedikit merasa kehilangan pencarian itu, kehilangan teka-teki yang menyertai pencarian itu. Apakah benar begini harusnya hidup saya berputar? Atau ternyata saya memutarnya ke arah yang salah, padahal Tuhan menyiapkan sebuah keindahan luar biasa di putaran sebaliknya? Ahh…manusia memang tak pernah puas.
Jalanan sering terasa begitu panjang untuk dilewatkan begitu saja. Saya rindu berjalan sendiri dalam kegelapan, berdebar mengira-ngira apa yang menunggu di balik kegelapan. Begitulah kadang perjalanan panjang menuju rumah mertua terasa bagi saya. Duduk di belakang seseorang yang terasa begitu mencintai saya, saya kadang berpikir benarkah saya mencintainya? Kita manusia tidak pernah bisa benar dalam menafsirkan putaran dunia bukan?
Kita belum tentu benar dalam menafsirkan cinta atau sepi karena hati itu tak ada yang tahu.








