Jika Engkau berkenan

Posted: May 16, 2011 in Catatan Harian

Tuhan…

tolong beri saya sedikit kesempatan untuk menanam

menanam apa yang tak sempat tumbuh di dunia kecil saya saat ini

Tuhan, jika Engkau berkenan…

biarkan mimpi kami tumbuh, bertunas, berbunga, dan berbuah

Tuhan, hanya jika Engkau berkenan…

perkenankan saya memiliki setidaknya satu anak lakilaki sebagai pelindung saya dan yang terkasih di hari tua kami

pada masa kecilnya akan saya ajari menghargai wanita

akan saya ajari sakitnya tertolak

akan saya ajari bagaimana ibunya minta dihargai sebagai wanita agar kelak ia mengerti bagaimana memperlakukan wanita

akan saya ajari bagaimana memberikan yang terbaik bagi wanita tercinta tanpa membuatnya menderita

Tuhan, perkenankanlah ia … pangeran kecil dalam mimpi kami

agar kami ajari menjadi ayah yang bertanggung jawab pada anak dan keluarganya

agar kami ajari bahwa memberi mahar besar bukanlah kebanggaan

agar kami ajari bahwa anak wanita bukanlah barang untuk ditukar dengan harta

agar kami ajari bahwa Engkaulah satusatunya pemilik Yang Serba Memiliki

Tuhan, jika Engkau berkenan…

perkenankan hamba pada seorang putri yang akan menjaga kami di hari tua

yang akan mengiringi saudara lelakinya sampai pada mimpinya

yang akan tertawa pada kegembiraan saudara dan orang tuanya

yang akan turut menangis saat saudaranya bersedih

yang sanggup memberi kekuatan pada dunia di sekelilingnya

Tuhan, hanya jika Engkau berkenan

akan kami ajari ia bagaimana menjadi hambaMu yang baik

akan kami ajari bagaimana menjadi istri yang baik bagi suaminya

akan kami ajari bahwa wanita terbaik adalah yang tak menyulitkan lelakinya

akan kami ajari bahwa uang dan emas bukanlah kebahagiaan

akan kami ajari ia menjadi pelita

Tuhan, hanya jika Engkau berkenan…

ingin sekali saya tanam apa yang tak sempat saya tuai di dunia saya

yang tak sempat berbenih…

berterima kasih pada budi sekecil biji sawi

bersyukur pada nikmat sakit yang masih sudi Engkau berikan sebagai tanda Engkau masih menengok

memohon maaf ketika tak sengaja menginjak kaki adik

atau tersenyum penuh kasih sambil berkata: ‘Good job my son, u r really my sunshine.’

Tuhan, perkenankan hamba pada sebuah pinta

yang kecil namun begitu besar

yang besar sekaligus begitu kecil

wahai Engkau Yang Maha Menguasai…

biarkan kereta kami sampai pada stasiun terakhirnya

saat itu Engkau berkenan menutup mata kami, mengistirahatkan mimpi kami dalam sebuah tidur panjang tak bermimpi

Tuhan, mesinnya telah kami nyalakan

kami memohon Engkau sudi menyalakan lampu hijau di depan sana

supaya kereta kami bisa melaju

kami telah bersiap pada jalan berliku, naik turun, pemandangan indah, atau pemukiman kumuh di kanan kiri

bahkan rel yang anjlok atau jembatan yang putus di atas sungai

hanya jika lampu hijaumu menyala

redup pun tiada apa, karena kami mengerti kami tak cukup merawat lampu itu

tapi Tuhan…Engkaulah penentu..

perkenankanlah…

amin

Comments
  1. uyung says:

    bagus bgt sech ka….

  2. dadan says:

    doa yang indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s