Ini adalah cerita tentang seorang kawan yang perjumpaannya dengan saya tak lebih dari satu tahun yang lalu.
Pertama kali bertemu, gelitik ingin tahu saya menyerang layaknya seorang lelaki melihat gadis manis. Sayangnya hal ini tidak berlaku sebaliknya bagi saya karena kawan saya itu adalah seorang wanita yang tentunya satu jenis kelamin dengan saya.
Waktu itu saya pikir dia agak judes, mirip dengan watak saya.
Beberapa bulan belakangan ini saya mulai banyak berinteraksi dengan si gadis manis. Saya mulai tertarik dengan banyak hal dalam dirinya; mungkin dipicu juga oleh (menurut saya) kesamaan pola pikir dan selera serta kurang lebih sudut pandang kami. Singkat cerita saya mulai membaca beberapa tulisannya, dan GOSH!!! I like her writing style, indeed. Bukan sekali dua kali saya tertarik pada kawan dikarenakan caranya bertutur, caranya bejibaku dengan kata, karena demikian pulalah saya mencoba memaknai hidup saya, berjibaku dengan kata. Maka akhirnya saya bisa berkata: ‘I wish I had more time to be with her, I wish I could be her friend, I wish I could spend more time together with her.’
Membaca tulisannya saya menemukan kecenderungannya dengan solilokui sebagaimana sering terjadi pada diri saya, hanya saja dia bisa mengungkapkannya dengan indah (kalau dalam penilaian saya).
Ahh…memang hidup itu perenungan, seperti sore ini ketika saya baru merenungkan dan akhirnya menemukan bahwa dalam rekan kerja saya itu terselip seorang kawan yang sebetulnya ingin saya punya.
a tribute to Inggar, Makara misses you.









hai, namaku inggar lo hehe.
arrrghh…jadi nyesel…sepertinya dia sengaja eksploitasi diri sendiri yahh??? obsesi selebriti???
oiya, design blog mu bagus, ajarin dooooong
wahh…bagus yah?? mau diajarin? boleh..gampang kok, gak sampe 5menit juga bisa..hihii..