Kapan SMPIT Insan Mulia Jakarta ditutup?

Posted: August 19, 2010 in Catatan Harian, klarifikasi
Tags:

Melalui blog ini saya bermaksud menceritakan apa yang terjadi di SMPIT Insan Mulia Jakarta hingga akhirnya banyak tulisan yang berkaitan dengan sekolah tersebut dalam media publikasi ini.

Sekolah yang selanjutnya saya sebut SMPIT IMJ ini adalah sebuah sekolah menengah pertama islam terpadu yang berdiri pada tahun 2007 di wilayah Pulomas Barat, Jakarta Timur dan (katanya) bernaung di bawah Yayasan Jakarta yang juga menaungi Universitas Jakarta (UNIJA). Kemudian pada akhir tahun ajaran 2009-2010 sekolah ini kehilangan siswa-siswa karena mutasi dan guru-gurunya karena pengunduran diri massal.

Berikut ini adalah kronologis penyebab terjadinya mutasi dan pengunduran diri besar-besaran tersebut.

Pada bulan Oktober 2009 saya bergabung di SMPIT IMJ sebagai guru bahasa Inggris sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum. Dalam dua minggu bergabung saya menemukan beberapa kejanggalan dalam pengelolaan sekolah tersebut. Pada tulisan ini saya tidak akan membahas kejanggalan trsebut karena hal-hal itu toh akhirnya terselesaikan setelah sekolah mencoba menjalin koordinasi dengan Pengawas setempat yang sebelumnya tidak pernah dihubungi oleh pihak sekolah. dalam hal ini tentunya bukan kesalahan si pengawas tapi murni keteledoran sekolah.

Setelah itu, saya dan Kepala Sekolah mulai mengurus pengajuan izin prinsip pendirian sekolah yang seharusnya sudah diselesaikan pada tahun pertama pendirian sekolah sementara pada saat saya bergabung sekolah sudah memasuki tahun ketiga. Pada kondisi tersebut sekolah sudah memiliki siswa kelas IX yang harus mengikuti Ujian Nasional pada bulan Maret 2010. Bagaimanapun juga, dkarenakan sekolah yang belum mengantongi izin prinsip maka siswa kelas IX tersebut terancam tidak bisa mengikuti UN. Setelah berbagai cara yang masih dapat dikatakan legal dan bersih ditempuh oleh Kepala sekolah akhirnya kelas IX bisa mengikuti UN dan lulus dengan cukup baik walaupun tentunya ijazah tidak bisa dikeluarkan oleh SMPIT Insan Mulia Jakarta. Perlu menjadi catatan bahwa selama pengurusan perizinan dan UN ini, pihak manajemen dan yayasan hampir sama sekali tidak ikut campur selain meminta tolong dan mendoakan. bahkan ketika perwakilan Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah datang untuk meninjau sekolah pada tanggal 12 April 2010, Direktur Pendidikan tidak dapat mendampingi dan diwakili oleh sekretarisnya dikarenakan Bapak Direktur ada acara yang lebih penting.

Hasil tinjauan tersebut jika bisa disimpulkan: bagi Bapak/Ibu peninjau, yayasan dan manajemen dinilai tidak serius menangani sekolah, sehingga meminta pernyataan dari perwakilan tersebut bahwa jika sekolah mau dilanjutkan maka harus ada usaha segera untuk setidaknya mendekati pemenuhan Standar Nasional Pendidikan. Dalam hal ini, sekurang-kurangnya dibutuhkan enam standar untuk mendapatkan izin prinsip pendirian sekolah.

Setelah acara tinjauan tersebut, kegiatan sekolah berlangsung seperti biasa dikarenakan pemenuhan standar tersebut tetap harus ditangani oleh yayasan dan manajemen sebagai pengambilan keputusan dan penyandang dana serta para guru dan staf sekolah sebagai pelaksana lapangan.

Sesungguhnya pada bulan Januari 2010 telah terbit surat pemberitahuan dari Universitas Jakarta (UNIJA) bahwa gedungnya tidak lagi dapat digunakan oleh SMPIT IMJ sebagai tempat Kegiatan Belajar Mengajar terhitung sejak bulan Februari 2010. Hal ini dapat ditunda karena adanya kelas IX yang harus menyelesaikan UN-nya terlebih dahulu sehingga sekolah diberi perpanjangan izin penggunaan sampai dengan akhir tahun ajaran 2009-2010. Di sini saya mulai mengetahui bahwa SMPIT IMJ pada dasarnya hanya meminjam gedung dari Yayasan Jakarta dan bukan bagian Yayasan Jakarta. Tapi entahlah…hal ini masih jadi tanda tanya besar bagi saya.

Kemudian semua pihak baik manajemen maupun kawan-kawan guru mencoba bergerak lebih cepat dalam ranahnya masing-masing. Kawan-kawan guru dan saya mencoba membenahi sekolah dalam sisi akademik (baik kurikulum maupun pencapaian siswa), kawan di Tata usaha membenahi administrasi dan pencatatan guru, karyawan, dan siswa, Kepala Sekolah berkonsentrasi pada pembangunan komunikasi yang baik dengan pihak berwenang terutama Pengawas dan Komite Sekolah, sementara itu kawan-kawan di manajemen berkonsetrasi pada pencarian siswa baru, gedung baru, dan pendanaan.

Sayangnya, sekitar bulan Juni pihak manajemen memanggil beberapa kawan guru lelaki dan meminta mereka mencari tempat untuk sekolah. Pada saat itu saya agak sulit mengendalikan amarah dan gelak tawa dikarenakan kawan guru yang diminta ini merupakan pendatang yang hampir tidak kenal Jakarta. Aduh-aduh sudah habis akal dan putus asa rupanya manajemen ini. Atau barangkali putus nyali?

Pada akhir bulan Juni 2010 kawan-kawan guru dan ornag tua siswa mulai gelisah karena tidak adanya kejelasan sekolah hendak pindah ke mana. Pada saat itu saya dan Kepala Sekolah meminta pada kawan-kawan untuk menunggu sampai benar-benar selesai UAS siswa.

Ketika akhirnya UAS sudah selesai dan belum juga ada kejelasan akhirnya kawan-kawan pengajar saya sarankan untuk menganbil tindakan yang mereka anggap baik buat masa depan mereka. Bagaimanapun juga saya dan Kepala Sekolah sudah menyadari bahwa masa depan kawan-kawan pengajar sepertinya bukanlah hal yang krusial bagi manajemen. Selain itu, saya meminta Kepala sekolah dan TU untuk mulai mengurus mutasi siswa. Biar anak-anak lucu itu meneruskan perjuangan mereka di tempat yang lebih baik.

Akhirnya pada tanggal 1 Juli 2010 kawan-kawan pengajar resmi mengundurkan diri dan jumlah siswa pun sudah resmi berada pada titik nol. Dengan kata lain SMPIT IMJ ditutup. Memang penutupan ini tidak melalui Surat Pemberitahuan dari pihak manajemen melainkan hasil konklusi guru, karyawan, dan orang tua siswa yang merasa terancam karena ketikdakjelasan manajemen. Bagaimanapun juga semua harus melanjutkan hidup.

Ketika akhirnya ada instruksi tersirat dari pihak UNIJA untuk merapikan berkas-berkas dan perkakas SMPIT IMJ pihak manajemen pun tidak pernah mengulurkan tangan untuk menyampaikan maaf dan terima kasih pada guru, karyawan maupun orang tua siswa. Begitupun dengan kucuran keringat hanya yang berasal dari kawan-kawan staf dan pengajar SMPIT IMJ saat kardus-kardus berisi berkas disingkirkan.

Barangkali begitulah kira-kira sampai akhirnya sekolah yang tidak pernah ditutup oleh pendiri dan pemiliknya itu akhirnya bisa tertutup. Semoga jadi pelajaran karena sering kita tidak sadar di balik kebaikan kata-kata kita terdapat ketidksadaran bahwa kita tak mau berlaku sebagaimana kata-kata itu.

Salam

About these ads
Comments
  1. Taufiq says:

    Saya membaca ceritera anda di blog ini, sungguh memprihatinkan. Kalo boleh tau anda alumni dari mana, tahun berapa dan sekarang mengajar dimana. Saya alumni IKIP tahun 1985. Pengalaman kami mendirikan beberapa sekolah Al-hamdulillah sampai saat ini terus eksis. Sekarang ada rencana untuk membuka Sekolah baru dengan Yayasan sedndiri. Barangkali ada kesesuaian visi, silahkan hubungi saya di sa@ipcnet.org.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s